Ngoprek Bareng SPG Ubuntu Jogja di GCOS 2009 Jakarta

Ada kalanya sebuah perjalanan bukan cuma soal tujuan akhir, tapi tentang apa yang kamu lakukan bersama kawan-kawan saat tiba di sana. Kembali ke penghujung tahun 2009, rombongan komunitas **SPG (Sistem Pemanfaatan GNU/Linux) Ubuntu Jogja** bertolak ke ibukota untuk menghadiri acara *Global Conference on Open Source* (GCOS). Kami memutuskan untuk menjadikan The Aryaduta Suite Hotel Semanggi sebagai markas sementara.

Suasana ngoprek bareng komunitas SPG Ubuntu Jogja di dalam kamar The Aryaduta Suite Hotel Semanggi
Suasana "Geeks in a suite" di kamar hotel Aryaduta Semanggi.

Bukannya jalan-jalan menikmati gemerlap metropolitan Jakarta, kamar hotel yang nyaman justru langsung disulap menjadi bengkel dadakan sesaat setelah kami membongkar isi tas. Fenomena ini sering kami sebut secara bercanda sebagai *"Geeks in a suite"* 💻.

Tantangan Koneksi dan Solusi ala Hacker

Bicara soal teknologi di tahun 2009, kita tidak bisa lepas dari yang namanya ujian kesabaran koneksi internet. Meski sedang berada di pusat kota Jakarta, akses internet tidak selamanya mulus. Mengandalkan modem dengan kartu Telkomsel Flash saat itu rasanya cukup seret untuk ukuran kami yang gila *bandwidth*.

Tapi justru di situlah letak keseruannya. Salah satu kawan yang gatal melihat masalah ini langsung mencari jalan pintas: mengoprek modem Motorola agar bisa di- *inject* jaringan SMART. Usaha ini tidak sia-sia. Setelah diutak-atik sedemikian rupa, netbook akhirnya bisa *online* dengan kecepatan yang jauh lebih manusiawi. Semangat bertahan hidup di dunia digital memang selalu memunculkan kreativitas tanpa batas.

"Yang paling menarik dari ngoprek bareng: masalah yang dihadapi tiap orang bisa beda-beda, tapi rasa penasaran dan fokusnya selalu sama."

Kamar hotel itu menjadi saksi bisu betapa beragamnya ekosistem perangkat yang dibawa. Ada yang serius mengoprek *firmware* ponsel, ada yang sibuk mengeksplorasi memori kamera digital, dan ada pula yang asyik meretas konfigurasi jaringan *wireless*. Tentu saja, menu utamanya adalah mengulik sistem operasi Linux Ubuntu masing-masing yang sering kali berbenturan dengan tantangan kompatibilitas *hardware*.

Satu hal yang bikin suasana terasa hangat adalah fokus kolektifnya. Kalau ada satu orang yang mentok menghadapi *kernel panic* atau *driver* yang tak kunjung terbaca, yang lain akan menyingkirkan sejenak pekerjaannya untuk ikut memikirkan solusi sampai tuntas. Kisah lengkap mengenai serunya perjalanan ini juga sempat diabadikan di blog lawas milisdad.blogspot.com yang menjadi arsip digital tak ternilai bagi komunitas.

Galeri Keseruan GCOS 2009

Berikut adalah beberapa rekam jejak visual dari bengkel dadakan kami. Walaupun dengan kualitas kamera era 2000-an akhir, esensi dari antusiasme berkomunitas tergambar jelas di setiap pikselnya.

Tim ngoprek SPG Ubuntu Jogja sedang fokus menatap layar laptop masing-masing
**Tim ngoprek:** Menyelami baris kode dan terminal, mengabaikan empuknya kasur hotel.
Proses ngoprek modem Motorola untuk di-inject jaringan SMART agar internet kembali lancar
**Oprek modem:** Pembedahan modem Motorola demi *bandwidth* yang lebih beradab.
Bongkar pasang perangkat hardware elektronik berserakan di atas meja
**Bongkar pasang:** Komponen dan kabel yang berserakan adalah seni instalasi ala anak IT.
Dua orang sedang berdiskusi serius sambil melihat ke arah layar komputer
**Tukar akal:** Buntu sendirian? Selalu ada teman di sebelah yang siap menyumbang solusi.

Melihat kembali foto-foto ini menyadarkan kita bahwa esensi dari *open source* bukan cuma tentang kode yang terbuka, melainkan juga pikiran yang terbuka untuk saling membantu. Acara formal GCOS 2009 memang berada di luar hotel, namun bagi kami, konferensi sesungguhnya terjadi di kamar ini.