๐Ÿง

Mencoba Linux Distro Mageia 9 - Review Santai

Mageia adalah distro Linux berbasis RPM yang lahir dari fork Mandriva. Versi terbarunya, Mageia 9, hadir dengan installer yang unik dan fleksibel, serta pilihan desktop environment langsung saat instalasi.

Proses Instalasi

Installer Mageia memberikan banyak pilihan. Salah satu yang salah satu yang menarik adalah kemampuan untuk memilih Desktop Environment (seperti Plasma, GNOME, atau lainnya) langsung saat proses instalasi. Hasil dapat berbeda tergantung perangkat, versi paket, dan konfigurasi sistem. Ini sangat berbeda dari kebanyakan distro lain yang menyediakan file ISO terpisah untuk setiap DE.

  1. Boot & Bahasa: Mulai dari boot menu, pilih bahasa, dan setujui lisensi.
  2. Partisi: Anda bisa memilih partisi otomatis atau mengaturnya secara manual.
  3. Pilih Desktop: Ini bagian terbaiknya. Anda bisa memilih antara KDE Plasma, GNOME, atau "Custom" untuk memilih DE lain seperti XFCE, MATE, dll.
  4. Konfigurasi Pengguna: Buat akun pengguna dan atur password root.
  5. Selesaikan Instalasi: Atur zona waktu dan biarkan installer menyelesaikan tugasnya.

Setelah Instalasi

Setelah reboot, Anda akan disambut oleh boot screen Mageia. Jika Anda menginstal lebih dari satu DE, Anda bisa memilih mana yang akan digunakan di layar login. Pengaturan sistem terpusat di Mageia Control Center, sebuah alat yang sangat lengkap untuk mengelola hardware, software, koneksi, keamanan, dan banyak lagi.

Manajemen Paket

  • Mageia menggunakan DNF sebagai package manager utamanya (modern dan mudah digunakan).
  • Perintah lama urpmi masih didukung, tetapi secara bertahap akan dihilangkan.
  • Format paketnya adalah RPM.

Kesimpulan

Mageia 9 adalah pilihan yang solid bagi pengguna yang menyukai sistem berbasis RPM dan menginginkan fleksibilitas tinggi. Kemampuan memilih Desktop Environment saat instalasi dan Mageia Control Center yang komprehensif adalah nilai jual utamanya.