Touring menggunakan sepeda motor secara bersama-sama merupakan salah satu kegiatan yang paling ditunggu-tunggu para bikers. Kegiatan ini adalah tentang **berkendara menuju tempat yang jauh** sembari menikmati kebersamaan dan pemandangan. 🛣️
Untuk memastikan perjalanan aman dan lebih menyatukan komando, maka sangat perlu digunakan aturan atau tata tertib dalam berkendara berjamaah atau touring konvoi. Penggunaan aturan, baik itu kode-kode serta tata cara dalam berkonvoi, **wajib dipahami oleh para bikers**.

**Sedikit Catatan:** Dalam touring, Komandan Konvoi (Road Captain) adalah penentu utama formasi dan kecepatan. Komunikasi visual menggunakan isyarat tangan adalah hal yang paling krusial, terutama ketika suara klakson atau radio komunikasi tidak terdengar jelas. Memahami kode-kode ini membuat rombongan bergerak seperti satu kesatuan yang profesional, bukan sekadar rombongan motor yang menghambat lalu lintas.
BENTUK BARISAN SAAT TOURING


ISYARAT TANGAN (KODE PARADE)

**01 - BERHENTI (STOP)**: Lengan ditekuk ke samping bawah, telapak tangan menghadap belakang. Ini kode darurat yang sering dipakai sweeper atau Road Captain saat ada bahaya mendadak.

**02 - BENTUK SATU BARISAN**: Lengan dan jari telunjuk diperpanjang lurus ke atas. Formasi ini digunakan di jalan sempit atau saat berpapasan dengan kendaraan besar.

**03 - NYALAKAN LAMPU**: Tangan membuka dan menutup dengan jari dan ibu jari lurus. Kode ini penting saat memasuki daerah berkabut atau menjelang senja.

**04 - PERLAMBAT JALAN**: Lengan lurus ke samping bawah, telapak menghadap ke bawah, gerakan mengayun ke bawah. Biasanya diberikan sebelum memasuki area padat atau turunan tajam.

**05 - BENTUK DUA BARISAN**: Lengan dengan jari telunjuk dan tengah diperpanjang lurus ke atas. Formasi Zig-Zag yang paling umum digunakan di jalan raya lebar, memberikan jarak aman antar motor.

**06 - ISI BBM (BENSIN)**: Jari telunjuk menunjuk arah tangki sepeda motor. Sinyal ini wajib diberikan jauh sebelum bensin benar-benar habis, agar semua bisa mengisi bersamaan.

**07 - PERCEPAT JALAN**: Lengan lurus mengayun ke atas, telapak tangan menghadap ke atas. Digunakan saat memasuki jalan tol atau jalan lurus sepi.

**08 - JALAN RAWAN BAHAYA**: Pada sebelah kanan, kaki kanan lurus ke bawah; pada sebelah kiri, tangan kiri lurus ke bawah. Menandakan ada lubang besar, tumpahan oli, atau benda berbahaya di sisi tersebut.

**09 - BERHENTI DAN ISTIRAHAT**: Jari dikepalkan, ibu jari diarahkan ke mulut helm. Ini kode yang paling disukai semua anggota, waktunya ngopi dan meluruskan punggung!

**10 - GANTI MEMIMPIN/PINDAH KEDEPAN**: Lengan lurus 45 derajat, telapak tangan ke depan menunjuk dengan jari telunjuk, mengayun dari arah belakang sebatas bahu. Biasanya diberikan kepada sweeper atau anggota yang dianggap mampu membantu Road Captain.

**11 - GANTI POSISI AGAR SEDIKIT MERUNDUK**: Gerakan telapak tangan menekan di atas helm dengan telapak terbuka ke bawah. Ini biasanya agar mengurangi hambatan angin saat kecepatan tinggi (aerodinamis).

**12 - MENYARANKAN BERHENTI UNTUK ISTIRAHAT**: Tangan kiri lurus ke samping 45 derajat, tangan mengepal dan mengayun pendek naik turun. Mirip kode 09, tapi lebih menekan untuk segera mencari tempat istirahat.

**13 - IKUTI SAYA**: Lengan lurus ke atas tepat diatas bahu, telapak tangan membuka menghadap kedepan. Kode yang paling sering dipakai Road Captain saat keluar dari rest area atau persimpangan.

**14 - BERHASIL SAMPAI TUJUAN**: Lengan lurus ke samping sebatas bahu, jari telunjuk lurus, gerakan mengayun ke depan melewati helm. Kode paling indah, menandakan misi touring sukses! 🎉
Kode Tambahan: Tangan Kiri, Kaki, dan Klakson
Selain kode isyarat formal di atas, ada juga kode-kode praktis yang lazim digunakan oleh komunitas motor di Indonesia. Kode ini berfungsi sebagai konfirmasi cepat dan informasi bahaya yang lebih spesifik. Ini dia pengetahuan tambahan yang mengacu dari Divisi Humas Mabes Polri:
Hand Code (Gunakan hanya Tangan Kiri)
- **Acungan jempol ke atas** = konfirmasi tanda siap berangkat; atau salam brotherhood. 👍
- **Satu jari** = bentuk barisan konvoi menjadi satu kolom.
- **Dua jari** = bentuk barisan konvoi menjadi dua kolom.
- **Lima jari** = konvoi bubar sementara untuk kembali bergabung setelah melewati rintangan (misalnya, macet parah).
- **Jari mengepal** = siap-siap berhenti (hanya untuk stop point).
- **Menunjuk arah** = siap-siap berbelok ke arah yang ditunjuk.
Foot Kode (Kode Kaki)
- **Turunkan kaki kiri** = menunjukan adanya lubang/bahaya di sebelah kiri.
- **Turunkan kaki kanan** = menunjukan adanya lubang/bahaya di sebelah kanan.
- **Turunkan kedua kaki** = menunjukan jalanan rusak, bergelombang parah, marka melintang, atau rel kereta api yang perlu diwaspadai.
Horn Code (Kode Klakson)
- **Bunyi panjang** = konfirmasi siap berangkat (hanya sweeper); tanda klotur (rombongan) putus (hanya sweeper); tanda konvoi sudah kembali komplit setelah terputus (hanya sweeper).
- **Bunyi berulang sering (pendek-pendek)** = permintaan emergency stop, atau ada masalah di tengah rombongan. 🚨
- **Bunyi pendek dua kali** = salam brotherhood/ucapan terima kasih cepat.
Nah tata cara barisan seperti ini, hukumnya wajib dalam touring bermotor. Namun dalam keseharian, etika berkendara ini bisa juga di implementasikan, terutama dalam hal **menjaga jarak** dengan kendaraan di depannya.
Jika suatu waktu kendaraan di depan Anda mengerem mendadak, dengan menjaga jarak yang benar (Formasi Zig-Zag), Anda tidak akan ikut menabrak dan tertabrak juga. Ingat Bro & Sist, *Safety is not just a slogan, it's a way of life!* Selalu utamakan keselamatan!