7 Tools Keren Buat Install Binary GitHub di Linux Tanpa Ribet 🚀

28 Desember 2025 | Frijal

Yo bro! Package manager tradisional Linux emang udah keren sangat – apt, dnf, pacman, itu semua membuat hidup kita jauh lebih mudah. Tapi zaman sekarang, banyak tool modern (terutama yang ditulis pake Go, Rust, atau Deno) lebih suka rilis sebagai binary pre-compiled langsung di GitHub releases. Developer ogah repot membuat paket .deb atau .rpm yang masuk repo resmi, jadi ya sudah, taruh saja di GitHub. Hasilnya? Kita yang perlu manual buka browser, cari asset yang cocok sama arsitektur, download, chmod, terus taruh di /usr/local/bin. Capek banget kan? 😩

Nah, inilah celah yang lagi diatasi sama beberapa tools komunitas. Mereka membuat hidup kita balik lagi ke terminal yang nyaman, tanpa perlu bolak-balik browser. Baru-baru ini artikel di It's FOSS ngebahas beberapa tools ini, dan aku langsung jatuh cinta. Aku tambahin sedikit penjelasan biar makin lengkap, plus pengalaman pribadi sebagai user Linux sehari-hari di Balikpapan yang sering gonta-ganti tool CLI. Yuk kita bahas satu-satu!

Contoh terminal Linux saat install tool dari GitHub

Tools Download Binary dari GitHub

ToolFokus UtamaBahasaGitHub Stars (per Des 2025)
deb-getPaket Debian/UbuntuBash~1.5k
AutonomixPackage manager GUIRustBaru, masih kecil
EgetInstaller binary sederhanaGo~1.8k
Install ReleaseSupport Git bagusPython~100+
binManager multi-sourceGo~1k
stewInstall binary dari URLGo~300+
AFXPlugin shell + binaryGo~179

1. deb-get

Screenshot deb-get di terminal

deb-get ini kayak bawa rasa apt ke paket-paket third-party yang tidak ada di repo resmi. Khusus buat distro berbasis Debian/Ubuntu (termasuk Linux Mint, Pop!_OS, dll). Dia bisa ambil paket dari GitHub releases, PPA, bahkan download langsung. Dikembangin sama Martin Wimpress – iya, yang bikin Ubuntu MATE itu!

Repo-nya udah curated rapi, banyak app populer kayak VS Code, Zoom, dll yang versi terbaru sering telat masuk repo resmi. Instalasinya mirip apt, dan kalau kamu pake GitHub token, tidak bakal kena rate limit. Keren banget buat yang setia sama .deb.

sudo apt install curl lsb-release wget
curl -sL https://raw.githubusercontent.com/wimpysworld/deb-get/main/deb-get | sudo -E bash -s install deb-get

2. Autonomix

Screenshot Autonomix GUI

Autonomix adalah satu-satunya di list ini yang punya GUI! Pake GTK4 + libadwaita, tampilannya modern banget. Mirip Obtainium di Android. Support macam-macam format: .deb, .rpm, AppImage, Flatpak, Snap. Update tinggal klik doang. Cocok buat yang kadang males ketik command panjang.

3. Eget

Screenshot Eget di terminal

Eget ini favorit aku banget karena super simpel. Cukup kasih URL repo GitHub, dia otomatis cari binary yang cocok sama OS dan arsitektur lo, download, ekstrak, taruh di tempat yang bener. Cross-platform (Linux, macOS, BSD). Tidak ada config ribet. Aku sering pake buat install tool-tool kecil kayak lazygit atau ripgrep versi terbaru.

4. Install Release

Demo bin manager (mirip konsep)

Install Release (command-nya ir) pake Python, support GitHub dan GitLab. Bisa sync state antar mesin lewat repo Git – jadi setup tool kamu sama persis di laptop dan desktop. Deteksi arsitektur otomatis, ada hold package juga.

pip install -U install-release

5. bin

Screenshot bin manager

bin ini powerful karena support banyak sumber: GitHub, GitLab, Codeberg, bahkan Docker image atau Hashicorp releases. Install ke folder user (tidak butuh root), ada rollback versi juga. Cocok buat yang suka eksplor tool dari berbagai forge.

6. stew

Contoh terminal tool serupa

stew bawa konsep deklaratif lewat Stewfile. Kamu definisikan semua binary yang mau diinstall (bisa pin versi), terus jalankan sekali – reproducible di semua mesin lo. Ada mode headless dan interactive UI juga.

7. AFX

Contoh terminal tool manager

AFX spesial karena bisa manage CLI binary sekaligus shell plugin (bash/zsh/fish). Pake YAML config, support environment variable, alias, bahkan dependency antar paket. Buat yang suka customize shell sampe detail.

Gimana bro? Dari ketujuh ini, aku pribadi lagi sering pake eget buat cepet-cepetan sama deb-get buat paket besar. Kalau kamu pake Fedora atau Arch, mungkin bin atau stew lebih cocok. Yang penting, sekarang kita tidak perlu lagi takut ketinggalan update tool favorit cuma karena males buka GitHub!

Kalo kamu udah coba salah satu, ceritain dong di komentar pengalaman kamu. Bug tidak? Favorit yang mana? Atau ada tool lain yang missed? Share yuk!