
Halo Sobat! 🌙 Alhamdulillah, tidak kerasa ya sebentar lagi kita bakal menyambut tamu agung yang paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya, yaitu bulan suci Ramadhan. Rasanya campur aduk ya, ada senang, ada haru, dan pastinya ada semangat baru buat memperbaiki diri.
Kenapa sih kita harus bahas ini? Karena kalau kita tidak tahu apa "isi" dan "hadiah" di dalam sebuah kotak, kita mungkin bakal males-malesan buat membukanya. Begitu juga Ramadhan. Dengan memahami keistimewaannya lewat kacamata 5W+1H (What, Who, Where, When, Why, How), kita bakal makin termotivasi buat maksimalin setiap detiknya. mari, kita kupas tuntas narasi indahnya!
Apa Itu Ramadhan dan Kenapa Dia Berbeda? (What & Why)
Secara bahasa, Ramadhan berasal dari kata 'Ramada' yang artinya panas terik. Filosofinya dalam banget, lho. Ibarat besi yang dipanaskan untuk dibentuk, jiwa kita pun "dipanaskan" dengan ibadah puasa supaya bersih dari dosa-dosa masa lalu. Kenapa dia istimewa? Karena Allah sendiri yang memilih bulan ini di antara 12 bulan lainnya sebagai waktu eksklusif untuk memberikan obral ampunan besar-besaran.
1. Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Ini adalah momen Where & When yang sangat sakral dalam sejarah manusia. Di mana cahaya petunjuk mulai menerangi kegelapan dunia.
Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.”[1]
Bayangin deh, Al-Quran yang jadi kompas hidup kita, pertama kali menyentuh bumi di bulan ini. Itu makanya, interaksi kita sama Al-Quran harusnya meningkat drastis di bulan ini. Bukan cuma dibaca, tapi juga direnungi maknanya.
2. Setan-setan Dibelenggu, Pintu Surga Dibuka Lebar!
Nah, ini yang sering jadi pertanyaan. How (Bagaimana) suasana spiritual berubah di bulan Ramadhan? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Al Qodhi ‘Iyadh menjelaskan dengan sangat cantik. Hadits ini bisa bermakna dua hal. Pertama, secara harfiah memang Allah memberikan otoritas agar setan tidak bisa leluasa mempengaruhi kita. Kedua, ini adalah kiasan bahwa di bulan ini, akses untuk berbuat baik itu dipermudah banget (pintu surga terbuka) dan akses maksiat dipersempit (pintu neraka tertutup).[3]
Logikanya gini: karena semua orang lagi puasa, atmosfer lingkungan jadi positif. Kita jadi malu mau marah, malu mau ghibah, dan makin semangat buat shalat malam. Inilah rahasianya kenapa kita merasa lebih "adem" di bulan Ramadhan.
3. Ada Malam yang Lebih Baik dari 1000 Bulan (Lailatul Qadar)
Ini dia "Grand Prize" dari Ramadhan. Who (Siapa) yang bisa dapet? Tentu orang-orang yang konsisten beribadah, terutama di 10 malam terakhir. Lailatul Qadar bukan cuma sekadar malam biasa, tapi malam penentuan takdir dan kemuliaan.
Allah Ta’ala juga berfirman, ”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah[4]. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.[5]
Coba hitung, 1000 bulan itu setara dengan 83 tahun lebih! Bayangin satu malam kita ibadah, pahalanya kayak kita ibadah seumur hidup tanpa henti. Masya Allah, bener-bener kesempatan yang tidak boleh dilewatkan begitu aja, kan?
4. Waktu Paling Mustajab buat Curhat ke Allah (Doa Dikabulkan)
Sering ngerasa doa belum dikabulkan? Mungkin Ramadhan adalah jawabannya. How to get it? Berdoalah saat sedang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Ada tiga orang yang doanya tidak bakal ditolak: orang yang berpuasa sampai berbuka[7], pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.
An Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa disunnahkan bagi kita buat banyak-banyak doa dari pagi sampai maghrib, bukan cuma pas mau buka puasa aja[8].
Jadi, manfaatin waktu macet pas pulang kantor atau waktu nunggu adzan buat "curhat" habis-habisan sama Allah tentang hajat dunia dan akhirat kita.[9]
Kesimpulan dan Langkah Nyata
Jadi, sobat, setelah tahu semua keutamaan ini, apa rencana kita? Ramadhan bukan cuma soal ganti jadwal makan, tapi soal transformasi jiwa. Gunakan kesempatan ini untuk membersihkan hati, memperbanyak sedekah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Mari kita sambut dengan senyuman dan tekad yang kuat. Semoga Allah memberikan kita kesehatan dan taufik untuk bisa menjumpai bulan yang mulia ini dalam keadaan iman yang terbaik. Amin!
[2] HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ✅
[3] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188. ✅
[4] Tafsir Ath Thobari, 21/6. ✅
[5] Zaadul Masiir, 7/336-337. ✅
[6] HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224. ✅
[7] HR. At Tirmidzi. ✅
[8] Syarh Muhadzdzab, 6/375. ✅
[9] Al Adzkar, hal. 190. ✅