Lisan Dijaga, Supaya Terhindar dari konsekuensi akhirat.
Menganggap ringan satu ucapan, Padahal dampaknya bisa jadi ancaman.
Jangan anggap sepele setiap kata yang keluar,
Karena hadis Nabi jadi pengingat yang benar:
Satu kalimat yang tanpa disadari,
Bisa menjerumuskan ke neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan, sungguh ngeri! 😱
🗣️ Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang tidak dipikirkan akibatnya, lalu ia terjerumus ke dalam neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan.”
📜 HR. Tirmidzi no. 2314, dishahihkan Al-Albani
70 Tahun Perjalanan Itu Jauh Banget, Bro! 🌍
Bayangin aja: kalau kamu jalan kaki nonstop 24 jam sehari dengan kecepatan 5 km/jam, dalam 1 tahun kamu cuma nyampe 43.800 km. Nah, kalau 70 tahun? Itu setara 3.066.000 kilometer — hampir 8 kali keliling bumi! 😵
Dan cuma gara-gara satu kalimat. Bukan zina, bukan riba, bukan nyuri. Cuma ngomong sembarangan. Gila, kan?

Diam itu emas. Ngomong sembarangan itu neraka. 🤐
⚠️ Bahaya lisan yang sering kita anggap enteng:
- Ghibah — “Eh, si A kok gitu ya sekarang?”
- Fitnah — “Katanya sih dia lagi deket sama...”
- Namimah — “Tadi dia bilang gini loh tentang kamu...”
- Caci maki — “Bego banget sih!”
- Bercanda yang nyakitin — “Wkwk, jelek banget sih muka lo!”
- Sindiran halus — “Wah, hebat ya bisa gitu...”
Contoh di Grup WA Aja Deh 💬
Kamu lagi di grup temen kuliah. Tiba-tiba ada yang nanya: “Eh, si B kok jarang keliatan ya?”
Tanpa mikir, kamu jawab: “Iya, katanya sih lagi deket sama si C, padahal dia udah punya pacar...”
Boom. Fitnah + ghibah dalam satu kalimat. Kamu cuma “nambahin info”. Tapi di sisi Allah, itu bom atom buat amal akhiratmu.
5 Cara Gampang Jaga Lisan 🛡️
Diam Kalau Gak Perlu
Tanya diri: “Apa manfaatnya kalau aku ngomong ini?”
Pikir 3 Detik
Sebelum ngomong: “Benar? Perlu? Baik?”
Banyak Istighfar
Setelah salah ngomong: “Astaghfirullah...” langsung!
Baca Doa Lisan
“Allahumma qini lisanii minash-sharri wa a’inni ‘ala dzikrika...”
“Lisanmu adalah cermin hatimu. Kalau lidahmu kotor, hatimu juga sedang sakit.”
— Imam Al-Ghazali
