Hitungan Tahun Hijriyah Itu Penting Banget dalam Fiqih.
Sering tidak sih kita bingung, kalau disuruh ngitung umur pakai tahun Masehi atau Hijriyah? Ternyata, dalam syariat Islam, patokannya selalu tahun Hijriyah. Yuk, kita bedah kenapa ini penting banget!
Kalkulator Umur Hijriyah
Penasaran berapa umur kamu dalam hitungan tahun Hijriyah? Coba masukkan tanggal lahir Masehi kamu di bawah ini untuk melihat perkiraannya.
Dalam pembahasan fiqih, penting untuk diketahui bahwa ukuran waktu dalam syariat Islam selalu menggunakan perhitungan tahun hijriyah, bukan tahun masehi. Beberapa orang keliru dalam hal ini, padahal perbedaan keduanya cukup signifikan, yakni sekitar 11 hari lebih pendek setiap tahunnya untuk tahun hijriyah.
Perbedaan ini mungkin kelihatannya sepele, tapi dampaknya bisa besar lho dalam urusan ibadah dan hukum syar'i. Ini dia beberapa contohnya:

✅ Usia Anak untuk Shalat
Perintah untuk menyuruh anak shalat sejak usia 7 tahun dan boleh diberi hukuman (dengan lembut) ketika berumur 10 tahun (HR. Abu Dawud), semua dihitung berdasarkan umur hijriyah, bukan masehi. Jadi kalau seorang anak lahir pada 1 Muharram 1440 H, maka ketika masuk 1 Muharram 1447 H usianya sudah 7 tahun menurut hitungan syar’i, walaupun secara masehi mungkin baru sekitar 6 tahun 9 bulan.
✅ Umur Hewan Kurban
Umur hewan kurban dalam Islam dihitung berdasarkan tahun hijriyah, bukan masehi. Dalam hadits, Nabi ﷺ bersabda agar hewan yang disembelih adalah musinnah (yang sudah cukup umur), kecuali bila sulit maka boleh jadza’ah dari kambing. Artinya, unta minimal 5 tahun hijriyah, sapi minimal 2 tahun, dan kambing minimal 1 tahun (atau 6 bulan bila jadza’ah (domba) yang gemuk). Contohnya, sapi yang lahir pada 1 Dzulhijjah 1443 H baru sah dikurbankan setelah 1 Dzulhijjah 1445 H, meski secara masehi baru 1 tahun 11 bulan.

✅ Haul Zakat
Begitu juga haul zakat, yaitu jangka waktu satu tahun penuh yang menjadi syarat wajib zakat harta. Haul ini dihitung selama 12 bulan hijriyah, bukan 12 bulan masehi. Kalau seseorang menabung dan hartanya telah mencapai nisab pada 1 Ramadhan 1445 H, maka ia wajib mengeluarkan zakat pada 1 Ramadhan 1446 H, bukan menunggu 365 hari kalender masehi.
✅ Patokan Usia 40 Tahun
Termasuk pula peringatan yang disebut para ulama tentang umur 40 tahun, sebagai fase kedewasaan dan kematangan ruhani yang disebut dalam Al-Qur’an:
“Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdoa: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu...’” (QS. Al-Ahqaf: 15)
Maka umur 40 tahun yang dimaksud juga berdasarkan perhitungan hijriyah. Sayangnya, banyak orang yang menunggu “taubat di usia 40 tahun” tapi memakai kalender masehi, padahal jika dihitung dengan kalender hijriyah, ia sebenarnya sudah lebih dari 40 tahun hijriyah tanpa disadari.

Perbedaan ini terlihat kecil, tapi dalam urusan ibadah dan hukum syar’i, dampaknya bisa berdampak besar. Karena itu, setiap kali berbicara tentang umur, tahun, atau hitungan waktu dalam agama, selalu gunakan kalender hijriyah sebagai patokan, sebab itulah yang digunakan oleh para sahabat dan para ulama.