What (Apa itu sulit khusyu?) โ Sulit khusyu adalah kondisi ketika hati dan pikiran tidak hadir sepenuhnya dalam shalat. Lisan membaca, tubuh bergerak, tapi ruh ibadahnya kosong. Ia seperti jasad tanpa nyawa. Dan yang lebih menakutkan, hampir tidak pernah dianggap sebagai masalah serius. Padahal ini penyakit mematikan hati.

Why (Mengapa ini berbahaya?) โ Karena khusyu adalah inti shalat. Tanpanya, shalat kehilangan nilai. Allah bahkan mengancam orang yang shalat tapi lalai. Mari kita renungkan.
Sungguh beruntung orang-orang beriman, (yaitu) mereka yang khusyu dalam shalatnya. (QS. Al-Muโminun: 1โ2)
๐ Artinya: tanpa khusyu, keberuntungan itu terancam hilang. Lalu ada peringatan lebih keras:
Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) yang lalai dari shalatnya. (QS. Al-Maโun: 4โ5)
๐ Ini bukan untuk yang meninggalkan shalat, tapi untuk yang shalat namun lalai. Berdiri, rukuk, sujud, tapi hatinya entah ke mana. Betapa banyak kita masuk dalam ancaman ini tanpa merasa bersalah.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ยซ ุฅูููู ุงูุฑููุฌููู ููููููุตูุฑููู ู ููู ุตูููุงุชููู ููู ูุง ููุชูุจู ูููู ุฅููููุง ุนูุดูุฑูููุง ยป
โSesungguhnya seseorang selesai dari shalatnya, namun tidak dicatat baginya kecuali sepersepuluhnya.โ (HR. Abu Dawud no. 796, hasan). Dalam riwayat lain disebutkan sepersembilan, seperdelapan, hingga separuhnya. Ini menunjukkan betapa nilai shalat sangat bergantung pada kehadiran hati.
Who (Siapa yang rentan?) โ Semua kita. Tidak pandang level ilmu. Justru orang yang shalatnya rutin kadang lebih mudah terjebak dalam rutinitas tanpa ruh. Hati yang penuh urusan dunia, pikiran yang terbagi, membuat shalat hanya sekadar gugur kewajiban.
Where & When โ Di mana pun dan kapan pun kita shalat, godaan lalai selalu mengintai. Terutama saat sendiri, atau saat shalat di tengah kesibukan. Bahkan di masjid pun, hati bisa bepergian ke kantor, ke media sosial, ke masalah keluarga.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
ยซ ูููููุตููููุงุฉู ู ููุฒูุงูู ููู ููู ูููููุงูู ููููููู ูููู ููู ููู ุทูููููููู ุฎูููููู ุนููููู ยป
โShalat itu memiliki timbangan. Siapa yang menyempurnakannya, akan disempurnakan baginya. Siapa yang menguranginya, akan dikurangi baginya.โ (Al-Wabil ash-Shayyib)
Khusyu bukan aksesori. Ini adalah inti. Tanpanya, shalat berisiko berubah menjadi gerakan fisik tanpa nilai di sisi Allah. Jika hari ini kita tidak merasa terganggu dengan hilangnya khusyu, itu justru tanda yang lebih mengkhawatirkan daripada hilangnya khusyu itu sendiri. Karena hati yang mati tidak lagi merasakan sakitnya lalai.
5W+1H Ringkas: Apa itu sulit khusyu? Penyakit hati yang menggerogoti nilai shalat. Siapa? Semua muslim. Kapan? Setiap shalat. Di mana? Di setiap tempat ibadah. Mengapa? Karena hati lalai dan kurang persiapan. Bagaimana? Dengan belajar makna, muraqabah, dan kurangi distraksi.