Kabar Gembira buat Pengguna Lintas Platform! The Document Foundation tengah mengembangkan solusi jangka panjang guna mengatasi hambatan kompatibilitas tipografi Microsoft. Siap-siap sambut kolaborasi tanpa drama!
LibreOffice, suite perkantoran open-source kesayangan kita, sedang giat-giatnya menggeber perbaikan pada fitur penggantian font-nya. Kenapa ini penting? Karena di dunia nyata, dokumen tidak hidup di satu sistem operasi saja. Jutaan file mengalir antara Windows, macOS, dan Linux. Dan di situlah masalahnya selalu muncul: font proprietary (berbayar) Microsoft.
Belakangan ini, ada pergeseran radikal dari markas Microsoft. Mereka telah resmi berpaling dari font ClearType legendaris yang sudah kita kenal bertahun-tahun. Nama-nama seperti Calibri, Cambria, Candara, Consolas, Constantia, Corbel, dan Segoe — yang dulu menjadi standar de facto — kini perlahan digeser posisinya.
Sekarang, Microsoft telah menunjuk Aptos sebagai font default baru untuk bahasa Barat. Pergeseran besar ini yang kabarnya memicu The Document Foundation (TDF) untuk segera menyegarkan panduan dan perkakas mereka. TDF sadar, ini bukan hanya masalah font baru, tapi kesempatan untuk menutup pintu font lock-in selamanya.
Selama bertahun-tahun, font standar di Windows dan macOS memang terasa seperti alat lock-in yang kuat. Kalau Anda tidak punya lisensi yang tepat, begitu dokumen DOCX dari rekan kerja dibuka di Linux, tata letaknya bisa amburadul total! Siapa yang tidak pernah melihat font tiba-tiba berubah menjadi karakter aneh atau tata letak paragraf yang berantakan? Dokumen yang semestinya tersusun teratur berpotensi mengalami disorientasi tata letak karakter serta ketidaksesuaian spasi halaman. 😭
Inilah inti masalahnya: integritas dokumen sangat bergantung pada kemampuan sistem Anda untuk menampilkan font yang dimaksudkan dengan benar, atau minimal, menggantinya dengan sesuatu yang harus setara secara metrik.
Kunci untuk mengatasi masalah ini adalah mengkonfigurasi fitur penggantian font LibreOffice dengan benar. Secara manual, Anda bisa menemukan pengaturan ini di Tools > Options > LibreOffice > Fonts. Di sanalah Anda bisa membuat Tabel Penggantian Font (Font Replacement Table).
Berikut adalah perbandingan yang menunjukkan bagaimana Aptos, font default baru Microsoft, terlihat berdampingan dengan font LibreOffice yang setara secara metrik (Liberation Sans). Anda bisa lihat seberapa penting kesamaan lebar karakter agar tata letak tidak berantakan.

Perbandingan Aptos di MS 365 dengan Aptos LibreOffice (yang mungkin merupakan versi berbeda) menunjukkan sedikit perbedaan yang sudah bisa merusak layout.

Perbandingan Aptos (kiri) dengan Liberation Sans (kanan). Walaupun terlihat berbeda, tujuan metrically compatible adalah menyamakan lebar karakter untuk menjaga tata letak baris.
Untuk ClearType dan font lama Microsoft, kita sudah punya banyak alternatif open-source yang setara metrik. Font-font ini sering disebut sebagai CrOS Fonts (Chrome OS Fonts) atau Croscore Fonts:
| Font Microsoft (Proprietary) | Font Open-Source (Setara Metrik) | Catatan |
|---|---|---|
| Calibri | Carlito | Salah satu pengganti terbaik untuk Calibri. |
| Cambria | Caladea | Pengganti utama untuk font serif Cambria. |
| Arial | Arimo | Pengganti yang sangat baik untuk Arial. |
| Times New Roman | Tinos | Pengganti untuk font serif klasik. |
| Consolas | Cousine | Font monospace yang cocok untuk programmer. |
Meskipun Aptos adalah font proprietary Microsoft, ada sedikit secercah harapan. Lisensi Aptos ini sedikit lebih "lemah" daripada font ClearType yang lebih tua. Meskipun lisensi tersebut melarang redistribusi, lisensi ini memungkinkan pengguna individu untuk mengunduh dan menginstalnya dari halaman resmi Microsoft. Artinya, jika Anda adalah pengguna Linux dan benar-benar butuh Aptos, Anda bisa mendapatkannya secara legal, meskipun ini tetap bukan solusi open-source sejati.
Namun, lisensi yang lemah ini tidak menyelesaikan masalah semua font proprietary lain yang memiliki batasan lebih ketat. Font-font inilah yang masih tidak bisa diinstal oleh pengguna Linux atau siapa pun tanpa lisensi khusus. Dan inilah yang membuat kolaborasi lintas platform jadi mengerikan saat berurusan dengan file-file lama.
Inilah bagian yang paling dinantikan! Rencana besar TDF adalah memperbarui ekstensi FontSubstTable utama. Tujuannya: menyertakan semua font proprietary Microsoft yang memiliki lisensi restriktif dan benar-benar butuh penggantian ke dalam tabel bawaan.
Pembaruan ini idealnya dijadwalkan untuk mendarat sebelum rilis LibreOffice 26.2, yang menurut rencana rilis TDF, akan terjadi sekitar akhir Januari hingga Februari 2026.
Jadi, bagi Anda yang sering frustasi dengan dokumen yang berantakan karena masalah font, tandai kalender Anda! Rilis LibreOffice 26.2 akan membawa solusi otomatis dan komprehensif yang telah lama kita impikan. Kolaborasi lintas-OS tidak akan sesulit dulu lagi. Waktunya move on dari drama font! 🎉