RIP Dilarang? Pencerahan Hukum Mengucapkan "Rest In Peace" Menurut Islam 💔

Dijawab oleh Ulama Abu Abdurrahman Al-Atsary hafidzhahullah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, 👋

Pernah dengar atau bahkan sering mengetik singkatan RIP di media sosial saat ada kabar duka? Singkatan dari Rest In Peace atau "beristirahatlah dengan tenang" ini memang sudah jadi kebiasaan global. Tapi, sebagai seorang Muslim, sudah benarkah ucapan ini kita gunakan? Nah, pertanyaan ini sangat penting lho, karena menyangkut akidah dan adab kita kepada Allah $Subhanahu wa Ta'ala$. Yuk, kita simak penjelasan dari Ulama yang membahas tuntas masalah ini!

Video Penjelasan Hukum RIP

1. Hukumnya Jelas: Tidak Boleh bagi Muslim! 🚫

Langsung ke intinya: menurut penjelasan Ulama, tidak boleh bagi seorang Muslim mengucapkan RIP. Kenapa begitu? Karena ucapan ini adalah kebiasaan dari orang-orang Non-Muslim dan merupakan bagian dari tasyabbuh (menyerupai suatu kaum).

Ulama Abu Abdurrahman Al-Atsary mengingatkan kita untuk menghindari seruan-seruan kosong, bahasa yang menipu, dan seruan jahiliah. Islam memiliki tata krama dan adabnya sendiri yang sudah sempurna, kita tidak perlu mengadopsi tradisi lain yang bertentangan dengan prinsip dasar kita. Jangan sampai kita latah tanpa tahu maknanya ya!

2. Konflik Akidah: Benarkah Kubur Tempat Istirahat? 🤯

Inilah poin krusialnya! Frasa "Rest In Peace" mengasumsikan bahwa kubur adalah tempat istirahat yang tenang. Pemikiran ini sangat bertentangan dengan akidah Islam tentang alam kubur.

Dalam Islam, kubur adalah persinggahan pertama menuju akhirat, di mana akan ada:

Ulama menjelaskan, "Bila kubur dikatakan sebagai tempat istirahat, maka bahagialah orang-orang yang durhaka, benarlah seruan orang-orang Non-Muslim ateis."

Ucapan RIP mencerminkan imajinasi orang-orang Non-Muslim yang rusak hidupnya di dunia dengan maksiat, sehingga mereka berangan-angan kubur adalah akhir segalanya dan tidak ada lagi pertanggungjawaban. Mereka menangisi kematian bukan karena adanya takwa, melainkan karena tidak lagi dapat memperturutkan hawa nafsu. Kita sebagai Muslim meyakini adanya pertanggungjawaban di kubur, jadi, bagaimana bisa kita mengucapkan "beristirahatlah dengan tenang" untuk semua orang? 🤔

3. Pengganti Terbaik: Ajaran Islam Lebih Indah ✨

Alhamdulillah, Allah $Subhanahu wa Ta'ala$ telah memberi kita pengganti yang jauh lebih baik, lebih mulia, dan penuh makna, yaitu:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Sebagaimana firman-Nya:

الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَا بَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَا لُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِ نَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ ۗ
"(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)."
(QS. Al-Baqarah: 156)

Ucapan ini adalah pengakuan total bahwa kita dan segala yang kita miliki adalah milik Allah dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. Ini adalah ucapan yang mengandung ketenangan, kesabaran, dan akidah yang lurus.

Mengganti ucapan Islam yang baik ini dengan slogan kekufuran adalah perbuatan tercela, karena kita seolah-olah meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik.

قَالَ اَتَسْتَبْدِلُوْنَ الَّذِيْ هُوَ اَدْنٰى بِا لَّذِيْ هُوَ خَيْرٌ
"Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik?"
(QS. Al-Baqarah: 61)

4. Hindari Tasyabbuh (Menyerupai Kaum Non-Muslim) 🚩

Ulama berpesan, sebagai seorang Muslim, jangan aneh-aneh dalam hidup, terutama terkait adat yang bukan dari ajaran kita. Kita punya tuntunan yang lurus dan beradab. Perlu kita ingat sabda Rasulullah $shallallahu’alaihi wa sallam$:

مَنْ تَشَبَّه بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia bagian dari mereka."
(HR. Abu Daud no.4031)

Hukum ini keras, lho! Menyerupai mereka, bahkan dalam urusan adat dan ucapan, bisa berakibat kita dianggap bagian dari mereka. Jadi, mari kita perkuat identitas keislaman kita. Di momen duka, cukup ucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, doakan ampunan dan rahmat untuk si mayit, itu jauh lebih bermanfaat dan sesuai tuntunan. Mari kita senantiasa kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah! Wallahu ta'ala a'lam bish-shawab. 😊