Renungan Niat
Sebuah kisah tentang pilihan hidup dan pengabdian
“Mengapa kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, nak?”
Dengan nada penuh keyakinan, sang anak menjawab bahwa menjadi birokrat terasa lebih aman daripada berjuang sebagai pengusaha di negeri dengan birokrasi yang berbelit.
“Di negeri ini jadi pengusaha itu susah, Pak. Lebih baik saya jadi birokratnya saja.”
Sang ayah tidak membantah. Ia hanya mengajak anaknya berjalan, melihat kenyataan yang jarang diperhatikan.
“Datanglah ke lima rumah itu. Mintalah uang dari mereka.”
Hati sang anak runtuh. Ia tak sanggup meminta pada mereka yang bahkan untuk makan pun kesulitan.
“Aku lebih baik bekerja keras dan berkeringat daripada mengambil dari mereka.”
“Gaji pegawai negeri berasal dari rakyat yang berjuang hidupnya.”
“Jika niatmu hanya kenyamanan, kamu menambah beban negeri ini.”
“Menjadi pengusaha kecil dengan keringat sendiri jauh lebih mulia.”
