š Opini: Ketika Rumah Sendiri Belum Beres, Perlukah Terlalu Sibuk di Panggung Global?
Di tengah berbagai tantangan dalam negeri, muncul kritik dari sebagian masyarakat yang menilai pemerintah Indonesia terlalu aktif dalam isu-isu internasional, sementara persoalan domestik belum sepenuhnya terselesaikan. Kritik tersebut sering digambarkan dengan metafora sederhana: rumah sendiri masih berantakan, tetapi pemiliknya justru sibuk mengurusi rumah orang lain.

Pandangan ini tidak selalu dimaksudkan untuk menolak peran Indonesia di dunia internasional. Sebaliknya, ia lebih merupakan refleksi kritis tentang prioritas nasionalāapakah pemerintah sudah menempatkan kepentingan rakyat sebagai fokus utama sebelum memperluas peran di panggung global.
Metafora āRumah yang Masih Bocorā
Banyak pengamat sosial menggambarkan kondisi Indonesia saat ini dengan analogi sebuah rumah yang masih membutuhkan banyak perbaikan. Di dalam rumah tersebut masih terdapat berbagai persoalan serius:
- Kemiskinan yang belum sepenuhnya teratasi
- Ketimpangan ekonomi yang masih lebar
- Penegakan hukum yang sering dianggap belum adil
- Korupsi yang terus menjadi masalah kronis
Dalam situasi seperti ini, sebagian masyarakat merasa pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan pembenahan internal. Mereka berpendapat bahwa stabilitas dan keadilan di dalam negeri adalah fondasi utama sebelum negara memperluas pengaruhnya di tingkat global.
Kritik terhadap Aktivisme Diplomasi
Indonesia memang dikenal sebagai negara yang aktif dalam diplomasi internasional. Sejak masa Sukarno, Indonesia memposisikan diri sebagai negara dengan politik luar negeri bebas dan aktif. Prinsip ini membuat Indonesia sering terlibat dalam berbagai forum internasional dan upaya penyelesaian konflik.
Namun, kritik muncul ketika aktivitas diplomasi tersebut dianggap terlalu menonjol dibanding upaya menyelesaikan masalah di dalam negeri. Sebagian pihak menilai pemerintah terlihat seperti ingin tampil di panggung globalāmencari pengakuan atau perhatianāsementara realitas domestik masih jauh dari ideal.
Bagi para pengkritik, pengaruh internasional yang kuat seharusnya lahir dari kekuatan domestik, bukan sebaliknya.
Realitas Tantangan Domestik
Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan struktural yang kompleks. Beberapa di antaranya adalah:
1. Ketimpangan Ekonomi
Walaupun ekonomi Indonesia terus bertumbuh, distribusi kesejahteraan belum merata. Banyak daerah yang masih tertinggal dalam hal infrastruktur, akses pendidikan, dan kesempatan kerja.
2. Korupsi dan Integritas Pemerintahan
Kasus korupsi yang terus bermunculan menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem pengawasan dan penegakan hukum. Ketika pejabat publik terlibat penyalahgunaan kekuasaan, kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara ikut tergerus.
3. Akses Pendidikan dan Kesehatan
Masih ada kesenjangan besar antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil dalam hal kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.
Bagi banyak warga, persoalan-persoalan ini adalah prioritas yang tidak boleh dikalahkan oleh agenda lain.
Antara Citra Global dan Realitas Lokal
Beberapa kritikus menilai bahwa terlalu sering tampil dalam isu internasional dapat menimbulkan kesan bahwa pemerintah sedang membangun citra global, bukan menyelesaikan masalah mendasar di dalam negeri.
Padahal, sejarah menunjukkan bahwa negara yang berpengaruh di dunia biasanya memiliki fondasi domestik yang kuat: ekonomi stabil, sistem hukum yang dipercaya, serta kesejahteraan masyarakat yang relatif merata.
Tanpa fondasi tersebut, diplomasi luar negeri berisiko dianggap sekadar simbol atau bahkan komunikasi citra.
Prioritas: Memperkuat Rumah Sendiri
Jika Indonesia ingin benar-benar dihormati di dunia internasional, banyak pihak percaya bahwa langkah pertama adalah memperkuat kondisi domestik. Beberapa langkah penting yang sering disebut antara lain:
- 1. Menegakkan hukum secara adil dan konsisten
- 2. Memberantas korupsi tanpa kompromi
- 3. Memperkuat ekonomi rakyat dan menciptakan lapangan kerja
- 4. Memperbaiki kualitas pendidikan dan kesehatan
- 5. Mengurangi ketimpangan antar daerah
Dengan fondasi tersebut, pengaruh internasional Indonesia akan tumbuh secara alami.
Pengaruh yang Lahir dari Kekuatan
Dalam geopolitik global, negara yang dihormati biasanya adalah negara yang kuat di dalam negeri. Kekuatan itu tidak hanya berupa militer atau ekonomi, tetapi juga:
- stabilitas politik
- kepercayaan publik terhadap pemerintah
- sistem hukum yang adil
- kesejahteraan masyarakat
Ketika semua itu terbangun, negara tidak perlu terlalu keras mencari perhatian. Pengaruhnya akan muncul secara alami karena dunia melihat keberhasilan model pembangunan yang dijalankan.
Penutup
Pendapat mengenai prioritas antara urusan domestik dan peran internasional sebenarnya merupakan diskusi yang sehat dalam demokrasi. Kritik dari masyarakat bukan semata-mata bentuk penolakan terhadap diplomasi global, tetapi lebih merupakan pengingat bahwa kesejahteraan rakyat harus tetap menjadi pusat kebijakan negara.
Jika Indonesia mampu membereskan ārumahnyaā sendiriāmenegakkan hukum, memperkuat ekonomi, dan memastikan keadilan sosialāmaka penghormatan dari dunia internasional akan datang dengan sendirinya.
Bukan karena pencitraan, melainkan karena kekuatan nyata yang terlihat oleh semua orang.