Intip Alias Bawaan
Sebelum kita bikin sendiri, ada baiknya kita cek dulu apa aja sih alias yang udah disiapin sama distro Linux kamu. Biasanya, distro kayak Ubuntu atau Arch udah buatin beberapa alias dasar biar tampilan
ls jadi lebih berwarna.aliasCara Bikin Permanen
Kalau kamu cuma ngetik
alias nama='perintah' di terminal, pas kamu tutup terminalnya, alias itu bakal hilang ditelan bumi. Biar dia awet selamanya, kita perlu titipkan di file konfigurasi shell kamu. Hasil dapat berbeda tergantung perangkat, versi paket, dan konfigurasi sistem.Catatan Penting: Kalau kamu pakai Bash (umum di Ubuntu/Debian), edit file
Kalau kamu pakai Zsh (umum di Mac/Manjaro), edit file
~/.bashrc. Kalau kamu pakai Zsh (umum di Mac/Manjaro), edit file
~/.zshrc.Contoh maut yang wajib ada di setiap komputer saya:
# Singkat tapi padat!
alias up='sudo apt update && sudo apt upgrade -y'
alias cls='clear'
alias ..='cd ..'
alias ...='cd ../..'Bosan? Hapus Aja!
Kadang kita salah bikin alias atau nama aliasnya tabrakan sama perintah asli. Tenang, cara hapusnya cukup mudah. Kalau cuma mau hapus di sesi sekarang, pakai
unalias. Tapi kalau mau hapus selamanya, kamu harus buka lagi file .bashrc tadi dan hapus barisnya secara manual.unalias upPakai Perintah Asli
Gimana kalau kita udah bikin alias
ls tapi tiba-tiba butuh ls yang versi murni tanpa modifikasi? Kamu tidak perlu hapus aliasnya. Cukup tambahkan karakter \ (backslash) di depan perintahnya.\ls💡 Narasi Ekstra: Menggunakan alias bukan berarti kita malas ya, tapi ini soal efisiensi. Di dunia IT, semakin cepat kita beresin tugas rutin, semakin banyak waktu kita buat ngopi sambil mikirin proyek selanjutnya. Selamat mencoba di terminal kalian masing-masing!
Punya alias favorit yang bikin kerjaan makin sat-set? Bagikan di sini!