Denmark Serius Tinggalkan Microsoft: Pilot SIA Open Ganti Windows & Office dengan Open Source 🐧

28 Desember 2025 | Frijal | Open Source, Linux, Berita

Yo bro! Denmark tahun 2025 ini lagi bikin aku geleng-geleng kepala karena posisinya yang super kontradiktif. Di satu sisi, mereka dukung mati-matian legislasi EU Chat Control yang kontroversial (yang kayak pihak ketiga memantau percakapan privat kita semua), tapi di sisi lain lagi gencar dorong Kementerian Digital buat ninggalin Microsoft dan pindah total ke open source. Baru dua hari lalu mereka kena backlash gara-gara usul larang VPN, tapi sekarang? Ada langkah baru yang nunjukin mereka serius banget sama open source. menarik , tapi membuat bingung juga! 😅

Catatan: Semua kutipan di artikel ini aku terjemahin langsung dari bahasa Denmark biar akurat ya.

SIA Open: Apa yang Lagi Terjadi?

Michael Ørnø, Direktur Statens IT, serahkan laptop bebas Microsoft ke Stefan Søsted, Direktur Færdselsstyrelsen
Michael Ørnø (kiri), Direktur Statens IT, serahkan laptop bebas Microsoft ke Stefan Søsted, Direktur Færdselsstyrelsen. (Sumber: DR)

Færdselsstyrelsen (Otoritas Lalu Lintas Jalan Denmark) resmi jadi agen pemerintah pertama yang pilot proyek SIA Open – inisiatif nasional dari Statens IT (Badan IT Pemerintah Denmark) buat ganti seluruh layanan Microsoft dengan alternatif open source.

Bukan cuma ganti Office doang loh! Mereka bakal ganti sistem operasi Windows sekaligus seluruh suite Microsoft: Word, Excel, Teams, Outlook – semuanya diganti dengan yang open source. Belum diumumin secara resmi alternatifnya apa, tapi besar kemungkinan Linux distro (mungkin Ubuntu atau Fedora) plus LibreOffice, Nextcloud atau tool kolaborasi open source lainnya. Kita tunggu update resminya ya!

Agen ini punya sekitar 600 karyawan di 11 tim, markasnya di kota Ribe yang cantik itu. Tapi di tahap pilot ini, cuma sebagian karyawan aja yang ikut transisi dulu – biar aman dan bisa dievaluasi.

Stefan Søsted, Direktur Færdselsstyrelsen, jelasin alasan mereka ke media DR:

Ini soal jadi tuan rumah yang bener di rumah sendiri dan punya kontrol penuh atas data kita. Di Otoritas Lalu Lintas Jalan, kita punya informasi penting banget yang harus kita pastiin tau persis di mana letaknya.

Dia juga nambahin soal bahaya vendor lock-in:

Kalau kamu terlalu bergantung sama satu supplier kayak Microsoft misalnya, kamu berisiko mereka ngecharge terlalu mahal suatu hari nanti.

Meskipun pilot ini baru nyentuh sebagian kecil dari 600 karyawan, Statens IT punya visi jauh lebih besar. Mereka targetin hingga 15.000 pegawai negeri di berbagai instansi pemerintah pindah ke solusi open source lewat SIA Open. Ambisius sangat kan? Kalau berhasil, ini bisa jadi contoh besar buat negara lain!

Pas ditanya pendapatnya, Microsoft Denmark kasih statement klasik ala PR korporat:

Solusi Microsoft punya harga yang kompetitif dan adil, serta dipakai di sektor publik karena menggabungkan keamanan tinggi dengan inovasi dan kolaborasi yang efisien. Kami menyambut baik kompetisi, dan tidak ada kontradiksi antara open source dengan apa yang kami tawarkan.

Haha, "kami welcome competition" – tapi dalam hati mungkin agak was-was ya? Klasik sangat jawaban gini. 🤭

Aku pribadi excited banget sama langkah Denmark ini. Bayangin: hemat budget lisensi jutaan euro, data pemerintah lebih sovereign (tidak tergantung cloud pihak ketiga), plus dukung ekosistem open source global. Kalau pemerintah Indonesia juga gini, berapa triliun bisa dihemat buat hal lain? Tapi ya, kontradiksi sama dukungan mereka ke Chat Control bikin aku mikir – di satu sisi dorong kedaulatan data, di sisi lain dukung pengawasan massal? Politik emang umumnya penuh drama dan plot twist ya. Hasil dapat berbeda tergantung perangkat, versi paket, dan konfigurasi sistem. 😏

Apa pendapat kamu, bro? Dukung penuh pindah ke open source di instansi pemerintah? Atau khawatir transisinya bakal ribet dan makan waktu? Atau malah takut produktivitas drop sementara? Ceritain di komentar...