Layar Kosong
26 September 2025 Fakhrul Rijal Balikpapan

Panduan Perintah du di Linux: Cara Cek Pemakaian Ruang Disk 📂

Pernah merasa hardisk tiba-tiba penuh padahal merasa tidak download apa-apa? Di Linux, kita punya teman setia bernama du (Disk Usage) untuk melacak siapa "pelaku" utamanya.

Halo sobat tech! Kalau kamu sering berkutat di terminal, pasti pernah ngalamin momen panik pas dapet notifikasi "Disk Space Low". Berbeda dengan Windows atau Mac yang tinggal klik kanan "Properties", di terminal Linux kita harus sedikit lebih elegan pakai perintah du. Tool ini fungsinya sederhana: menghitung berapa besar ruang yang dimakan oleh file atau folder kamu sampai ke akar-akarnya.

Opsi Paling Populer yang Wajib Kamu Tahu

Jujur aja, kalau cuma ngetik du doang, terminal bakal muntah angka-angka aneh yang susah dibaca (itu hitungannya per block, lho). Biar lebih manusiawi, kita perlu bantuan beberapa opsi sakti ini:

  • -h (Human-readable): Ini opsi paling wajib. Ukuran folder bakal muncul dalam format KB, MB, atau GB. lebih enak dilihat mata daripada deretan angka jutaan. Hasil dapat berbeda tergantung perangkat, versi paket, dan konfigurasi sistem.
  • -s (Summarize): Kalau kamu cuma pengen tahu total ukuran folder "Foto" tanpa mau lihat rincian ribuan file di dalamnya, pakai opsi ini.
  • -a (All): Kebalikan dari summarize, ini bakal nampilin ukuran setiap file satu per satu.
  • -c (Total): Menambahkan baris paling bawah yang berisi total keseluruhan dari semua folder yang dicek.

Contoh Penggunaan Praktis

1. Cek Ukuran Total Folder Saat Ini

Misalnya kamu lagi di dalam folder proyek dan pengen tahu berapa total ukurannya secara keseluruhan:

du -sh .

2. Intip Ukuran Tiap Sub-folder

Nah, kalau mau cari tahu folder mana yang paling rakus makan tempat di direktori saat ini, gunakan bintang (asterisk):

du -sh *
Linux Tux Mascot
Tux selalu siap nemenin kamu ngoprek di Balikpapan!

Masalah Klasik: Jebakan Hard Link

Tahu tidak? Ternyata du itu bisa "ketipu". Kalau di sistem file kamu banyak terdapat hard link (satu file yang punya banyak nama/lokasi tapi sebenernya cuma satu data di disk), du standar kemungkinan besar bakal ngitung file itu berkali-kali.

Hasilnya? Laporan penggunaan disk jadi bengkak dan tidak akurat. Ini sering terjadi kalau kamu pakai tool backup kayak Rsnapshot atau sistem snapshot lainnya.

Solusi Akurat dengan Skrip Perl

Biar tidak ketipu sama hard link, kita bisa pakai skrip cerdas yang melacak nomor inode. Skrip ini bakal mastiin kalau satu file fisik cuma dihitung satu kali aja, seberapa banyak pun nama panggilannya di terminal.

#!/usr/bin/perl -w
# Skrip Cek Disk Akurat
use strict;
my %hash;
my $total_blocks = 0;
my @todo = @ARGV; push(@todo, '.') unless @todo;
foreach my $fn (@todo) {
 my($inode,$nlinks,$blocks) = (lstat($fn))[1,3,12];
 if (-d _) {
 opendir(DP, $fn) or die $!;
 push(@todo, map("$fn/$_", grep(!/^\.\.?$/, readdir(DP))));
 closedir DP;
 } elsif ($nlinks > 1) {
 if (!defined($hash{$inode})) {
 $hash{$inode} = $nlinks - 1;
 next;
 }
 next if --$hash{$inode};
 }
 $total_blocks += $blocks;
}
print "Hasil Perhitungan:\n";
print "$total_blocks blocks\n";
print int($total_blocks / 2 + .5), " KB (Estimasi Presisi)\n";

Cara pakainya simpel: simpan kodenya jadi cek_disk.pl, kasih izin jalan dengan chmod +x cek_disk.pl, terus tinggal panggil deh di folder yang mau dicek. Hasilnya bakal jauh lebih jujur daripada perasaan mantan!

Punya tips terminal Linux lainnya? Atau ada perintah favorit yang sering kamu pakai di Balikpapan?