LibreOffice Kritik Komisi Eropa Soal Format XLSX Proprietary di Konsultasi Cyber Resilience Act 📢
Kabar dari Brussels: Komunitas open source baru-baru ini mengangkat alis ketika Komisi Eropa membuka konsultasi publik untuk Cyber Resilience Act (CRA). Pasalnya, template umpan balik cuma disediakan dalam format XLSX—format spreadsheet proprietary yang identik dengan Microsoft. The Document Foundation, induk organisasi LibreOffice, langsung angkat bicara. Mereka menyebut langkah ini bertentangan dengan komitmen UE terhadap standar terbuka, interoperabilitas, dan kedaulatan digital. Tapi tenang, dalam 24 jam Komisi Eropa menambahkan versi ODS (Open Document Spreadsheet). Cepat banget kan? 😮

📅 Apa yang sebenarnya terjadi?
Pada 3 Maret 2026, Komisi Eropa merilis permintaan masukan terkait pedoman Cyber Resilience Act. Para pemangku kepentingan—perusahaan, institusi publik, warga—diundang memberi komentar lewat template spreadsheet terstruktur. Masalahnya, template itu cuma ada dalam format .xlsx (Excel). The Document Foundation berargumen ini menciptakan masalah teknis dan prosedural. Walaupun XLSX itu sendiri adalah format terbuka (bagian dari Office Open XML), dalam praktiknya implementasinya sangat tergantung ekosistem Microsoft.

Mengapa LibreOffice dan The Document Foundation keberatan?
Ada tiga alasan utama yang mereka sorot:
- Kendali proprietary: Fitur-fitur seperti makro, pemformatan lanjutan, dan fungsi bawaan bisa berbeda di suite alternatif. Pengguna LibreOffice kadang menemui kendala kompatibilitas saat membuka dokumen Excel kompleks.
- Interoperabilitas: UE punya sejarah panjang mempromosikan interoperabilitas sistem digital. Jika proses pemerintahan bergantung pada format satu vendor, itu membatasi kemampuan platform lain untuk berinteraksi secara mulus.
- Hambatan partisipasi: Organisasi kecil yang pakai open source, administrasi publik dengan alur kerja ODF, atau individu tanpa Microsoft Office bisa kesulitan mengedit atau mengirim spreadsheet.
⚖️ Kebijakan Uni Eropa tentang standar terbuka
Uni Eropa sebenarnya sudah berkali-kali menegaskan pentingnya standar terbuka. Beberapa kerangka kebijakan utamanya:
European Interoperability Framework (EIF)
Menganjurkan administrasi publik mengadopsi spesifikasi dan standar terbuka sedapat mungkin. Tujuannya mencegah vendor lock-in, memungkinkan layanan digital lintas batas, dan transparansi sistem IT publik.
EU Open Source Software Strategy 2020–2023
Mendorong penggunaan teknologi open source di dalam institusi UE. Targetnya mengurangi ketergantungan pada platform proprietary, meningkatkan kedaulatan teknologi, dan mendorong pengembangan kolaboratif.
Tujuan kedaulatan digital
UE juga getol bicara kedaulatan digital—yaitu kemandirian dari penyedia teknologi eksternal. Mendukung format terbuka adalah bagian dari strategi ini karena memungkinkan kompatibilitas lebih luas, implementasi transparan, dan ekosistem software yang kompetitif.
🚀 Respons cepat Komisi Eropa
Setelah kritik meluncur, Komisi Eropa bergerak cepat. Pada 6 Maret 2026, mereka menambahkan versi ODS spreadsheet ke halaman konsultasi. The Document Foundation mengapresiasi langkah DG CONNECT (Direktorat Jenderal Jaringan Komunikasi, Konten dan Teknologi) yang menanggapi dalam 24 jam. Ini membuktikan bahwa masalahnya sebenarnya gampang diatasi secara teknis.
🔐 Sekilas tentang Cyber Resilience Act (CRA)
CRA dirancang untuk meningkatkan keamanan siber produk dengan komponen digital. Cakupannya lebar: manufaktur hardware, pengembang software, importir, distributor. Produk seperti perangkat rumah pintar, sistem industri terkoneksi, IoT, dan software dengan konektivitas jaringan termasuk di dalamnya.
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 20 Nov 2024 | Diterbitkan dalam Jurnal Resmi UE |
| 10 Des 2024 | Regulasi mulai berlaku (entry into force) |
| 11 Sep 2026 | Kewajiban pelaporan insiden mulai berlaku |
| 11 Des 2027 | Persyaratan kepatuhan utama berlaku |
Produsen harus memastikan produk mereka memenuhi standar keamanan siber sepanjang siklus hidup. Itu sebabnya konsultasi semacam ini penting—masukan dari publik membantu membentuk aturan yang nanti dipatuhi ribuan perusahaan.
📄 Kenapa format dokumen itu urusan penting dalam kebijakan publik?
Mungkin sekilas hanya soal file Excel, tapi pakar kebijakan teknologi melihat ini sebagai simbol:
- Transparansi: Format terbuka memudahkan siapa pun mengakses dan meninjau dokumen tanpa tergantung software tertentu.
- Aksesibilitas: Konsultasi publik harus bisa diikuti semua lapisan, termasuk yang pakai perangkat lunak alternatif.
- Preservasi jangka panjang: Standar terbuka lebih disukai untuk arsip karena tidak tergantung vendor.

Pelajaran dari insiden ini
Insiden kecil ini mengajarkan beberapa hal:
- Keputusan teknis kecil bisa berdampak kebijakan besar — pilihan format berkas mencerminkan komitmen digital suatu institusi.
- Standar terbuka mendukung partisipasi inklusif — dengan menyediakan banyak format, lebih banyak pihak bisa berkontribusi.
- Respons cepat itu mungkin — Komisi Eropa menunjukkan kolaborasi dengan komunitas open source bisa berjalan efektif.
🤔 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kesimpulannya, insiden template XLSX ini mengingatkan kita bahwa pilihan format itu penting, terutama di institusi publik yang berkomitmen pada netralitas teknologi. Untungnya Komisi Eropa cepat sadar dan memperbaiki. Buat yang mau tahu lebih lanjut soal standar dokumen terbuka, bisa mampir ke OpenDocumentFormat.org .