βLaptopku udah tua sangat, RAM cuma 2GB, prosesor jadul. Pilih MATE atau XFCE? Yang penting tidak lag, hemat baterai, dan bisa dikustom!β
β DreamIsLive (OP di forum Reddit)

Visualisasi MATE (kiri) vs XFCE (kanan) β sumber: Linux Mint Community
OP bingung pilih MATE atau XFCE di Linux Mint. Prioritasnya: hemat resource, tidak laggy, bisa dikustom. Suka tampilan MATE karena classic feeling (mirip GNOME 2), tapi takut kurang ringan.
| Aspek | MATE | XFCE |
|---|---|---|
| Tampilan | Classic, mirip GNOME 2 (old-school, "lived-in") | Classic tapi lebih modern, mirip WinXP/7 |
| Performa | Hampir sama dengan XFCE sekarang (GTK3) | Dulu jauh lebih ringan, sekarang hampir setara |
| Kustomisasi | Bisa, tapi terbatas | Lebih fleksibel (panel, shortcut, script) |
| File Manager | Caja (kurang fitur) | Thunar (lebih kaya fitur) |
| Update & Maintenance | Lambat, terasa "hampir mati" | Lebih aktif, fitur baru (menu di title bar) |
| Komunitas | Baik | Lebih besar, dokumentasi melimpah |
Untuk laptop sangat tua (RAM 2GB ke bawah, prosesor jadul): Pilih XFCE + non-compatibility mode.
Alasan:
MATE = nostalgia. XFCE = praktis & masa depan.
Untuk laptop tua + ingin aman jangka panjang β XFCE (non-compatibility).
Kalau suka tampilan klasik & tidak butuh fitur baru β MATE juga oke.
Saran terbaik dari forum:
βCoba live USB keduanya β lihat mana yang lebih nyaman di mata & laptopmu.β π
htop atau System Monitor.sudo apt install thunar di MATE kalau suka file manager-nya.