📦🐧 Dari Snap ke Flatpak: Kenapa Aku Akhirnya Pindah dan tidak Nyangka Lebih Enak!

Dulu aku pikir Snap adalah cara direkomendasikan instal aplikasi di Ubuntu. Hasil dapat berbeda tergantung perangkat, versi paket, dan konfigurasi sistem. Tapi setelah bertahun-tahun, aku sadar ada yang aneh. Spotify lemot, Firefox scroll-nya tidak halus, dan perintah lsblk dipenuhi loop device. Flatpak datang sebagai penyelamat yang tidak aku duga.

Snap package store
Snap Store – default di Ubuntu, tapi mulai banyak masalah kecil yang mengganggu.

📌 1. Apa yang Terjadi? (What)

Aku adalah pengguna setia Ubuntu. Awalnya, Snap terasa modern: semua aplikasi dalam satu tempat, update otomatis. Tapi lama-lama aku merasakan keanehan: saat membuka Spotify, kadang muncul “pending refresh” yang membuat delay beberapa detik. Firefox terasa berat, video playback patah-patah. Aku kira itu masalah sistem, sampai akhirnya aku coba Flatpak. Di sinilah aku sadar: masalahnya ada di Snap, bukan di komputer aku.

🧑💻 2. Siapa yang Mengalami? (Who)

Pengguna Ubuntu dan distro Linux yang mengandalkan Snap sebagai manajer paket utama. Khususnya mereka yang menggunakan aplikasi seperti Spotify, Firefox, VS Code, atau aplikasi multimedia. Siapa saja yang pernah merasa “aplikasi tiba-tiba ngadat” tanpa alasan jelas, bisa jadi korban kelemahan Snap.

⏰ 3. Kapan Masalah Ini Muncul? (When)

Setiap kali Snap melakukan refresh background (biasanya 4 kali sehari). Di saat itu, aplikasi yang sedang dibuka bisa mengalami jeda. Juga saat pertama kali membuka aplikasi setelah update, delay-nya cukup terasa. Masalah akses GPU terjadi sejak awal karena default confinement Snap yang membatasi akses perangkat keras.

📍 4. Dimana Perbedaan Terlihat? (Where)

Di antarmuka pengguna (UI) dan sistem file. Coba jalankan lsblk setelah menginstal 10 aplikasi Snap: Anda akan melihat setidaknya 10 loop device. Itu karena setiap Snap memasang squashfs terpisah. Flatpak menggunakan OSTree dan fuse-overlayfs, sehingga daftar perangkat tetap bersih. Perbedaan juga terlihat di performa aplikasi dan kontrol update.

🤔 5. Mengapa Flatpak Lebih Enak? (Why)

Flatpak tidak punya daemon yang selalu aktif (snapd). Update bisa dikontrol manual, jadi tidak ada “pending refresh” yang mengganggu. Akses ke GPU dan hardware lebih fleksibel. Aku bisa menggunakan Flatseal untuk mengatur izin aplikasi secara granular. Ditambah lagi, Flathub sebagai repositori utama lebih terbuka dibanding Snap Store yang dikontrol penuh oleh Canonical.

⚙️ 6. Bagaimana Cara Beralih? (How)

Instalasi Flatpak gampang: sudo apt install flatpak lalu tambahkan Flathub flatpak remote-add --if-not-exists flathub https://flathub.org/repo/flathub.flatpakrepo. Kemudian instal aplikasi seperti Spotify: flatpak install flathub com.spotify.Client. Setelah itu, hapus versi Snap-nya dan nikmati kendali penuh. Tapi hati-hati: beberapa paket sistem seperti ubuntu-advantage-tools bisa menginstal ulang snapd secara diam-diam. Periksa selalu dengan snap list.

Flathub website screenshot
Flathub – pusat aplikasi Flatpak yang kaya dan terbuka.

📊 Perbandingan Snap vs Flatpak (Berdasarkan Pengalaman)

AspekSnapFlatpak
Keterbukaan StoreTunggal, dikontrol CanonicalFlathub + remote tambahan
Proses Latar Belakangsnapd selalu berjalanTidak ada daemon permanen
Kontrol UpdateOtomatis, terjadwal (bisa delay)Manual (atau bisa auto via GNOME Software)
Integrasi Tema GTKSering bermasalah, tema pecahLebih baik, tapi masih perlu Flatseal
Akses GPU/HardwareTerbatas (default confinement)Bisa disesuaikan lewat Flatseal
CLI Experiencesnap run aplikasiflatpak run org.aplikasi.ID (agak panjang)
Loop Device / ClutterBanyak loop device (tiap app)Bersih, pakai overlayfs

Sekilas Tampilan Flathub dan Snap Store

Koleksi aplikasi di Flathub (atas) dan Snap Store (bawah). Keduanya memiliki banyak pilihan, namun pengalaman pengguna berbeda.

🧩 Tambahan: Kekurangan Flatpak yang Jujur

Tentu Flatpak tidak sempurna. Beberapa aplikasi seperti VS Codium mengalami kendala sandboxing jika butuh akses sistem yang dalam. Tema GTK belum 100% mulus, kadang perlu konfigurasi manual. CLI-nya juga kurang praktis karena harus mengetik ID panjang (flatpak run org.mozilla.firefox). Namun perbedaan besarnya: Masalah Flatpak bisa dilacak dan diperbaiki (misal dengan Flatseal). Sedangkan masalah Snap terasa abstrak, seperti sistem “bekerja melawan Anda”.

Setting up Flatpak
Proses setup Flatpak di Ubuntu cukup mudah: install flatpak dan tambahkan Flathub.

🔍 Apakah Snap Harus Dihapus Total?

Tidak. Aku memilih untuk menurunkan status Snap, bukan menghapusnya. Beberapa aplikasi sistem seperti firefox (di Ubuntu) terintegrasi dengan Snap, dan aku masih mempertahankan beberapa tool level sistem dalam bentuk Snap. Prinsipnya: “gunakan alat yang tepat untuk pekerjaan yang tepat”. Untuk aplikasi sehari-hari (Spotify, Telegram, Blender, dll), Flatpak memberi pengalaman lebih halus dan kendali. Jangan lupa periksa apakah ada paket yang memulihkan snapd secara otomatis.