Salah satu lowongan kerja baru yang lagi ramai banget diomongin di Silicon Valley adalah AI Forward Deployed Engineer (FDE). Pekerjaan ini menuntut seorang engineer untuk "diterjunkan" langsung dan melebur di dalam organisasi klien guna membantu kustomisasi solusi AI—seperti membangun dan menyelaraskan agentic workflow (alur kerja agen AI) yang sesuai dengan kebutuhan spesifik klien tersebut.

Ilustrasi kolaborasi AI Forward Deployed Engineer bersama klien di industri teknologi modern

Banyak orang mulai penasaran lagi sama jalur karir FDE ini semenjak raksasa teknologi seperti OpenAI dan Anthropic mulai membentuk tim baru khusus untuk menempatkan para FDE ini di dalam perusahaan klien mereka. Dinamika baru ini mengubah peta kebutuhan talenta di pusat teknologi dunia secara masif dalam beberapa bulan terakhir.

Munculnya FDE untuk menangani beban kerja AI ini menjadi salah satu bukti bahwa AI justru menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini sekaligus membantah narasi jobpocalypse (kiamat bursa kerja) yang meramal pasar kerja bakal hancur total—nyatanya, ke depan bakal tetap ada banyak lowongan, baik pekerjaan di bidang AI maupun non-AI.

Namun, aku percaya jumlah lowongan untuk AI Engineer biasa ke depannya bakal jauh lebih melimpah dibanding FDE. Perkembangan ekosistem internal perusahaan akan menjadi motor penggerak utama penyerapan tenaga kerja ini.

Sejarah Singkat dan Skill yang Dibutuhkan FDE

Peran FDE ini sebenarnya dipelopori sekitar dua dekade lalu oleh Palantir, yang kala itu mengirim para engineer mereka ke lokasi-lokasi instansi pemerintah untuk menggarap jaringan yang super aman dan terisolasi (air-gapped networks). Model kerja kolaboratif jarak dekat ini diadopsi kembali karena terbukti efektif mengesekusi sistem yang kompleks.

Jadi, selain harus punya technical skill yang jago, seorang FDE juga wajib dibekali kemampuan komunikasi dan terkadang insting bisnis yang oke. Contohnya, mereka harus bisa:

  • Ngobrol langsung dengan klien untuk memahami kebutuhan mereka.
  • Merumuskan strategi untuk menentukan skala prioritas proyek.
  • Menjelaskan teknologi yang rumit dengan bahasa yang mudah dipahami.
  • Bisa "menolak halus" (push back) secara sopan jika klien meminta sesuatu yang tidak realistis.

Peran ini kembali naik daun karena memang butuh banyak kerja ekstra untuk mengubah LLM yang sifatnya off-the-shelf (siap pakai) menjadi sebuah agentic workflow kustom yang benar-benar pas dengan kebutuhan bisnis.

Kenapa Lowongan AI Engineer Bakal Jauh Lebih Banyak?

Meski FDE sedang naik daun, aku yakin jumlah posisi AI Engineer bakal jauh lebih mendominasi pasar global.

Sebuah perusahaan mungkin mau-mau saja menerima beberapa FDE dari luar untuk nimbrung di kantor mereka. Tapi tetap saja, sebagian besar perusahaan pasti lebih sreg jika karyawan mereka sendirilah yang menggarap proyek internal tersebut. Di organisasi aku pun, meskipun kami merekrut FDE, jumlah AI Engineer yang kami hire jauh lebih banyak!

Selain itu, ada satu kekhawatiran klasik dari sisi klien: susah mencari FDE yang netral.

Ya jelas dong, tugas utama mereka kan memang untuk mengintegrasikan produk dari vendor asal mereka secara mendalam ke dalam perusahaan klien.

Padahal di masa sekarang—di mana kita sulit memprediksi layanan AI mana yang bakal jadi "paling juara" dalam setahun ke depan—optionality (kemampuan/kebebasan untuk memilih vendor mana pun yang paling cocok di masa depan) itu nilainya mahal banget. Membiarkan FDE mengikat proses bisnis perusahaan lu erat-erat ke satu vendor tertentu justru bakal memangkas fleksibilitas tersebut.

Tren Saat Ini dan Masa Depan AI Engineering

Saat ini, aku melihat lonjakan permintaan yang luar biasa untuk para AI Engineer yang bisa membangun aplikasi perangkat lunak menggunakan komponen-komponen software AI (seperti LLM prompting, agentic frameworks, evals*, dll) dan lincah memanfaatkan *AI coding agents (seperti Claude Code, Codex, Antigravity CLI, dan OpenCode).

Seiring matangnya peran AI Engineer, aku memperkirakan posisinya bakal pecah menjadi peran-peran yang lebih spesifik. Mirip seperti beberapa dekade lalu, di mana peran umum "Software Engineer" akhirnya terfragmentasi menjadi frontend, backend, mobile, data engineering, devops, dan lain sebagainya.

Bakal ada peran spesifik apa saja di dunia AI engineering masa depan? Jujur, aku belum tahu pasti. Mungkin nanti bakal ada:

  • AI Data Engineers
  • AI FDE
  • Evals Engineers
  • Harness Engineers
  • LLMOps Engineers
  • ...dan peran-peran lain yang namanya saja belum terpikirkan oleh kita saat ini.

Tapi untuk sekarang, aku melihat banyak sekali AI Engineer generalis yang sudah berhasil menciptakan value yang luar biasa. Skilled AI Engineers benar-benar lagi dicari banget di mana-mana!

Mengingat industri kita bakal terus berkembang dalam satu dekade ke depan, aku sudah tidak sabar ingin melihat spesialisasi baru apa lagi di dalam AI Engineering yang bakal membuka lebih banyak peluang kerja baru.