
Inti: DBSC adalah pengubah permainan. Tidak ada lagi jual-beli session cookie di forum gelap. Hardware security menjadi benteng terakhir yang mematikan.
Teman-teman, pasti pernah dengar soal perangkat lunak berbahaya stealer kayak Lumma, Vidar, atau Atomic. Mereka menyusup lewat file bajakan, tidak resmi, atau email phishing. Begitu masuk, mereka menggasak semua cookie session yang tersimpan di browser. Karena cookie biasanya punya masa hidup lama (biar kita tidak login ulang terus), penjahat bisa langsung pakai cookie itu untuk mengakses akun korban — Gmail, Facebook, media sosial, bahkan akun perbankan. Tanpa perlu tahu password, tanpa 2FA (karena session sudah terverifikasi). Ini mimpi buruk yang sudah bertahun-tahun merajalela.

Google akhirnya menjawab tantangan ini dengan Device Bound Session Credentials (DBSC). Cara kerjanya sederhana secara konsep, tapi brilliant secara teknis: setiap sesi login diikat ke hardware perangkat. Di Windows, ia menggunakan TPM (Trusted Platform Module) — sebuah chip khusus yang menyimpan kunci kriptografi secara aman. Chrome meminta TPM membuat sepasang kunci: privat dan publik. Kunci publik dikirim ke server, sedangkan kunci privat tidak pernah bisa keluar dari TPM, bahkan browser pun tidak bisa mengekspornya.
Setelah itu, setiap kali browser mengirim session cookie ke server, ia juga menyertakan tanda tangan digital yang dibuat dengan kunci privat. Server memverifikasi tanda tangan tersebut menggunakan kunci publik. Jika cocok, request dianggap sah. Jika tidak (misalnya cookie dicuri dan dipakai dari laptop lain), maka server akan menolak dan langsung menganggap sesi tidak valid. Cookie yang dicuri hangus dalam sekejap.
Google memprioritaskan Windows karena hampir semua perangkat Windows modern (dari Windows 10 ke atas, dengan TPM 2.0) sudah mendukung secure key storage. Untuk macOS nanti akan menggunakan Secure Enclave. Untuk Linux? Masih belum diumumkan, tapi kemungkinan akan mendukung melalui mekanisme seperti TPM2.0 atau software fallback. Yang penting, fitur ini bersifat backward compatible: jika perangkat tidak punya TPM, DBSC akan mati sendiri dan browser tetap bekerja seperti biasa. Jadi pengguna dengan PC lama tidak akan dikorbankan.
Salah satu kekhawatiran pengguna: apakah Google atau situs web bisa memanfaatkan DBSC untuk fingerprinting atau melacak aktivitas antar situs? Google menegaskan bahwa arsitektur DBSC privacy by design. Kunci publik yang dikirim ke server bersifat per-sesi, bukan perangkat permanen. Setiap kali Anda logout atau cookie kedaluwarsa, kunci baru dibuat. Server tidak pernah menerima identifier perangkat yang unik atau data attestation. Ini memastikan bahwa situs web tidak bisa menghubungkan sesi yang berbeda dari perangkat yang sama. Jadi aman dari tracking.
Google mengaku telah mengamati pengurangan signifikan kasus pencurian session sejak uji coba DBSC dalam beta. Meskipun belum merilis angka pasti, tim keamanan Chrome optimistis bahwa fitur ini akan mengubah lanskap ancaman. Para penjual cookie di forum gelap seperti Genesis Market (yang sudah dibongkar) pasti akan kewalahan karena cookie yang mereka curi jadi sampah digital. Namun, Google juga sadar bahwa penjahat akan mencari celah lain — misalnya menyerang langsung TPM atau menggunakan perangkat lunak berbahaya yang berjalan di sesi yang sama (sebelum logout). Tapi setidaknya, ini adalah peningkatan pertahanan yang sangat besar.
Untuk pengguna Chrome di Windows, pastikan versi browser Anda minimal 146. Cek di chrome://settings/help. Jika sudah, fitur DBSC akan aktif secara otomatis untuk situs-situs yang mendukung standar tersebut. Saat ini, Google sudah menerapkannya untuk akun Google (Gmail, Drive, dll) dan bekerja sama dengan penyedia layanan besar lainnya. Ke depannya, situs web dapat mengadopsi API DBSC untuk melindungi login pengguna mereka. Anda tidak perlu melakukan konfigurasi tambahan — cukup nikmati keamanan ekstra.
Buat para pengguna macOS dan Linux, bersabarlah. Google akan segera merilis untuk macOS dalam rilis Chrome berikutnya. Untuk pengguna Linux yang menggunakan TPM (misalnya melalui utilitas tpm2-tools), mungkin akan menyusul. Yang jelas, masa depan session cookie yang tidak terkunci sudah berakhir. Selamat tinggal perangkat lunak berbahaya stealer, selamat datang era device-bound credentials.
Dengan DBSC, kami membuat cookie yang dicuri menjadi sampah digital. Penyerang tidak bisa memakainya meskipun berhasil mengambilnya dari komputer korban. — Tim Keamanan Chrome Google.