Itu Bukan Permintaan, Cuma Saran Kok!
Pertama-tama, penting untuk tahu kalau anak branch itu sebenarnya gak pernah minta merge otomatis. Notifikasi kuning yang muncul di GitHub setelah kamu nge-push branch baru itu cuma saran atau jalan pintas yang baik hati dari GitHub. Tujuannya biar kamu gampang bikin Pull Request.
Nah, kalau kamu mau alur kerjanya beda, ada dua cara utama untuk mengatur ini, dari yang paling gampang sampai yang paling ketat.
Cara 1: Cukup Abaikan Saja (Paling Gampang)
Betul, sesederhana itu. Kamu tidak perlu mengubah setelan apa pun di repositori. Cukup ubah kebiasaanmu saja.
- Kerja Seperti Biasa: Lakukan semua perubahan, commit, dan push ke anak branch-mu (misal:
desain-baru). - Push ke Branch Sendiri: Pastikan kamu hanya push ke branch tersebut.
git push origin desain-baru - Cuekin Tombolnya: Saat notifikasi "Compare & pull request" muncul di GitHub, jangan diklik. Anggap saja tidak ada.
Selama tidak ada yang membuat Pull Request, anak branch akan tetap terpisah. Perubahan hanya akan masuk ke main jika kamu sebagai pengelola main branch "memanggil"-nya secara manual dengan git merge.
Cara 2: Kunci main dengan Aturan (Paling Aman)
Kalau kamu kerja bareng tim dan mau memastikan semua orang mengikuti aturan, ini adalah setelan yang wajib kamu aktifkan. Namanya Branch Protection Rules.
Langkah-langkah Mengaktifkan:
- Buka repositorimu, lalu masuk ke tab Settings.
- Di menu kiri, pilih Branches.
- Klik tombol Add rule.
- Di bagian "Branch name pattern", ketik
main. - Centang kotak yang paling penting: ✅ Require a pull request before merging.
Apa Efek dari Setelan Ini?
Dengan mencentang satu kotak itu saja, kamu sudah mendapatkan keamanan luar biasa:
- Push Langsung Diblokir: Tidak ada lagi yang bisa secara tidak sengaja (atau sengaja) melakukan
git push origin main. Semua perubahan disarankan lewat Pull Request. - Kontrol Penuh: Kamu bisa menambahkan aturan turunan, seperti "wajib ada 1 approval dari rekan setim" sebelum PR bisa di-merge.